TOBELO-Meskipun sudah satu tahun kepemimpinan Bupati Halut Piet Hein Babua dan wakil bupati Halmahera Utara Kasman Hi Ahmad. Namun masyarakat di Halmahera Utara belum seutuhnya merdeka dari perhatian pemerintah. Seperti di Desa Dedeta kecamatan Loloda Kepulauan tidak memeliki dermaga pelabuhan. Bahkan masyarakat dengan jumlah 800 DPT itu jusru hanya menikmati listrik 12 jam di malam hari.
Kondisi ini terjadi sejak Halmahera Utara dimekarkan menjadi Kabupaten. Dimana masyarakat Dedeta yang berpenghasilan nelayan itu jauh dari perhatian pemerintah. Bayangkan saja setiap desa dengan luas kurang lebih panjang 6 hektar itu tidak pernah mendapatkan bantuan pembangunan dermaga.”Memang desa kami dulunya bangun suadaya dermaga. Tetapi itu sudah rusak dan tidak lagi dibangun kembali. Sehingga speedboat atau perahu nelayan hanya bisa berada di bibir pantai jika musim gelombang. Perahu nelayan sangatlah kesulitan..”Keluh Ade Warga Dedeta.
Dia menyebutkan. Tidak ada dermaga pelabuhan di desa mereka. Untuk listrik sendiri mereka di layani hanya malam hari itupun dimulai pukul 18.00 WIT sampai dengan pukul 06.00 WIT di pagi hari. Selanjutnya listrik.padam di siang hari.”Jadi memang listrik di desa kami ini hanya malam hari. Kalau siang hari so mati.”keluhnya.
Sementara Sekdes Dedeta Julfikar Sukur juga membenarkan kondisi mereka. Meski begitu. Jika di akumulasikam dengan DD tidak akan mungkin membangun dermaga pelabuhan begitupula dengan talud penahan ombak. Pihaknya tentu berharap dukungan anggarannya provinsi dan kabupaten jika mengatasi itu. Pihaknya juga menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyuarakan listrik 24 jam. Tetapi saat ini baru terlayani 12 jam itupun di malam hari.”Kami berharap Bupati dan wakil bupati juga turun langsunh ke desa kami. Sehingga melihat kondisi desa kami. Karena desa ini membutuhkan talud penahan ombak, dermaga pelabuhan di desa dan listrik 24 jam.”Harapnya(smr)













