Simposium Perikanan dan Kelautan Halsel Di Datangi Anggota Komisi IV DPR RI

avatar Tidak diketahui
Kadis DKP Halsel Idris Ali

LABUHA-Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan, Idris Ali, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Simposium Perikanan dan Kelautan Halmahera Selatan dengan tema “Sinergi Kampung Nelayan Merah Putih, Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil”, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Jumat (10/4)

Menurut Idris Ali, kehadiran Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, Anggota Komisi IV DPR RI yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan. Ia menilai, pemaparan yang disampaikan memberikan wawasan dan konsep strategis bagi pengembangan sektor perikanan di daerah.“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan simposium yang luar biasa ini. Kehadiran Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, khususnya Dinas Perikanan, karena banyak gagasan dan masukan yang sangat bermanfaat untuk pembangunan perikanan di Halmahera Selatan,” ujar Idris Ali.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Project Leader eLSIL, Dr. Ir. Thamrin Ali Ibrahim, yang dinilai berperan besar sebagai promotor sehingga kegiatan simposium dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Selain itu, Idris Ali turut memberikan apresiasi kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin atas bimbingan dan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah tersebut.“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati atas bimbingan dan support yang luar biasa sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik. Dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk mendorong kemajuan sektor perikanan,” katanya.

Idris Ali berharap, hasil simposium ini dapat menjadi konsep dan pijakan strategis dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan di Halmahera Selatan. Ia optimistis, kehadiran para narasumber akan membuka peluang lebih banyak program dan kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dan nelayan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Halmahera Selatan menjadi daerah dengan jumlah usulan kampung nelayan terbanyak di Provinsi Maluku Utara, yakni sebanyak 15 desa. Usulan tersebut diharapkan dapat lolos seluruhnya sebagaimana disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri dalam forum simposium.“Untuk Maluku Utara, jumlah desa kampung nelayan terbanyak berada di Kabupaten Halmahera Selatan, yakni sebanyak 15 desa yang kami usulkan. Insya Allah bisa lolos semua. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program Kampung Nelayan Merah Putih memiliki standar anggaran tertinggi hingga Rp22 miliar per desa. Namun, besaran anggaran tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan fasilitas di masing-masing kampung nelayan.“Nilai standarnya tertinggi Rp22 miliar per desa, namun nanti akan dilihat pembangunan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh kampung nelayan itu sendiri. Bisa saja tidak sampai Rp20 miliar, atau bahkan lebih dari Rp20 miliar, tergantung kebutuhan fasilitas yang diperlukan. Hal ini juga menjadi atensi dari Bupati,” jelasnya.

Melalui kegiatan simposium ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya guna mewujudkan pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di daerah tersebut(ard/smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *