LABUHA-Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terus memperkuat langkah menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan serta Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dibuka langsung oleh Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, di Aula Kantor Bupati, Rabu (11/3).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga terkait, serta mitra strategis lainnya. Pertemuan tersebut menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan menyelaraskan langkah bersama seluruh pihak terkait dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 2026. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan sekaligus menyusun rencana aksi strategis sepanjang tahun 2026.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Digitalisasi dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Menurut Bassam, Halmahera Selatan menunjukkan perkembangan yang cukup positif dari sejumlah indikator pembangunan daerah. Mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga capaian pembangunan generasi muda sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Meski sempat terjadi tren kenaikan harga pada akhir Desember 2025 hingga pertengahan Maret 2026, kondisi harga bahan pokok saat ini mulai menunjukkan stabilitas menjelang Idul Fitri. Hal tersebut berdasarkan pemantauan melalui dashboard Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang mencatat kecenderungan penurunan harga karena ketersediaan stok yang relatif memadai.
Pada tahun 2026, TPID Halsel akan menjalankan lima program utama dalam rangka pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat. Program tersebut meliputi pelaksanaan gerakan pasar murah sebanyak lima kali dalam setahun, termasuk satu kali menjelang Idul Fitri, serta penyelenggaraan High Level Meeting TPID sebagai forum koordinasi strategis.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan melanjutkan program inovasi berupa sekolah lapang di bidang pertanian dan perikanan, mengembangkan lahan produksi bawang merah melalui kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, serta mengoptimalkan peran kelompok tani guna memastikan ketersediaan stok komoditas hortikultura.
Bupati menegaskan, keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi dan sinergi lintas sektor agar upaya pengendalian inflasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan(ard/smr)













