Dampak Abu Vulkanik, Masyarakat Halut Menderita ISPA, DPRD Minta DLH Kerja Keras Jaga Lingkungan

Unknown's avatar

Foto: Jumar Mafoloi, wakil ketua komisi II DPRD Halut (Istimewa) 

TOBELO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Utara (Halut) meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk bekerja keras menjaga lingkungan di Musim Abu Vulkanik. Dimana saat ini, letusan gunung Dokuno membuat kawasan perkantoran, dari kawasan Pasar, Pemukiman dan Kawasan RSUD suda sangat memperhatinkan.

Wakil ketua komisi II DPRD Halut, Jumar Mafoloi menyebutkan status gunung Dokuno ber status waspada sebagimana di rilis Pos pemantau gunung Dokuno di desa Mamuya kecamatan Galela. Dia menyebutkan dampak dari letusan tersebut membuat abu vulkanik mengepung pusat pemerintahan, RSUD Tobelo, kawasan pemukiman warga dan kawasan pasar.

Tentu ini akan membahayakan masyarakat dengan adanya ispa. Olehnya itu diminta DLH kerja keras menjaga lingkungan dari abu vulkanik.

“jadi DLH harus menjaga lingkungan pemukiman warga, pasar perkantoran dan RSUD Tobelo. Jika tidak masyarakat akan menderita penyakit ispa,” Tegas Politisi PAN ini

Ketua Fraksi PAN DPRD Halut ini juga meminta pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk turun memberikan pelayanan masyarakat dengan memberikan masker serta pelayanan masyarakat. Serta dinas pendidikan juga perlu waspadai terhadap siswa-siswa adanya musim abu vulkanik ini.

“Semua pihak harus turun di lapangan. Jika di biarkan maka masyarakat halut terinfeksi penyakit ISPA,” tegasnya.

Jumar juga meminta pemerintah daerah dalam hal ini beberapa pihak terkait yang terkesan diam dalam menghadapi musim abu vulkanik. Padahal anggaran tersedia di BPBD dalam hal ini anggaran tanggap darurat pada letusan gunung Dokuno ini.

“Anggarannya ada di dana tanggap daerah. Anggaran tersebut harus diturunkan dalam penanganan abu vulkanik. Karena saat jni masyarakat Halut sudah terinfeksi ISPA,” tandasnya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *