Pertanyakan Alokasi Dana CSR PT. GMM Untuk Biayai Meteran Listrik Warga Gane Barat Selatan

Unknown's avatar
Wilayah operasi PT Gelora Mandiri Membangun (PT GMM )

LABUHA-Masyarakat di kecamatan Gane Barat Selatan Kabupaten Halmahera Selatan, pertanyakan kontribusi PT.Gelora Mandiri Membangun (GMM) Terkait dana corporate social responsibility (CSR) bagi masyarakat yang berada ada daerah kawasan lingkar perkebunan sawit. Pasalnya, saat ini beberapa desa yang menjadi korban janji manis oleh Pihak PT. GMM dilaporkan tidak lagi menerima CSR dari perusahaan sawit tersebut.

Falen salah satu warga desa yamli, mengungkapkan bahwa Desa Yamli di Kecamatan Gane Barat Selatan sudah hampir tiga tahun belakangan tidak lagi menerima dana CSR dari PT.GMM. “Kenapa bisa seperti itu? Kan itu hak warga (kawasan lingkar Perkebunan Sawit),”Ujarnya

Dia mengeluhkan atas kekosongan CSR bagi desa yang memang benar-benar membutuhkan pasokan listrik itu, PT. GMM dinilai terkesan tidak perhatian kepada wilayah yang selama ini menjadi sumber kebutuhan meteran Listrik yang sudah di janjikan oleh Pihak Perusahan. Padahal, CSR itu juga sangat penting untuk membantu kebutuhan masyarakat untuk Meteran listrik tersebut. “Terakhir itu sekitar tahun 2023 dana CSR itu masih kita terima. Sampai sekarang tidak ada lagi,”Keluhnya

Lebih jauh ia menjelaskan, dana CSR yang diberikan kepada desa itu sudah diatur secara rinci peruntukannya oleh PT.GMM. Di mana ada sekitar  empat desa penerima CSR yang tersebar di Kecamatan Gane Barat Selatan. Namun kata Falen, setelah tidak ada lagi kucuran dana CSR dari perusahaan, warga di desa Yamli hanya menerima janji- janji yang tidak ada kepastian.“Pokoknya setelah tidak ada CSR itu tidak ada kegiatan. Seharusnya itu dilakukan setiap tahun,” ujar Falen, warga berharap, PT. GMM dapat kembali mengalokasikan CSR secara rutin setiap tahun, untuk mendanai kegiatan pemberdayaan masyarakat di desanya.

Rahmat Selaku warga desa Gane Dalam mengkritik agar PT. GMM jangan hanya mementingkan perolehan keuntungan semata, tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat di kawasan lingkar Perkebunan kelapa sawit. Selain itu, dirinya juga turut mengutarakan atas tudingan warga desa Gane Dalam yang selama ini menuding kepala desa Gane Dalam, Risman B.Dul Haji, yang menilai Kades Risman telah menyalahgunakan anggaran Dana Desa Gane Dalam, terkait dengan Meteran listrik hingga masyarakat sampai melakukan aksi protes dan demonstrasi terhadap kades.

Ia, Menilai tindakan ini hanya sebuah ke salah pahaman antara warga dengan Kades Risman, terkait meteran listrik itu. Kata dia, seharusnya tanyakan kepada pihak PT. GMM, karena soal meteran listrik itu di janjikan oleh pihak perusahan sendiri. Namun karena tidak ada penjelasan oleh pemdes Gane Dalam terkait dengan Meteran listrik, “Untuk itu dirinya berharap agar masyarakat jangan langsung menyerang kepada Kades Risman, karena Program meteran listrik itu tidak didanai kedalam Anggaran dana desa,”sambung Rahmat

Rahmat, menegaskan kepada pihak manajemen PT. GMM untuk secepatnya menyelesaikan persoalan-persoalan ini secepatnya, akibat ulah dari PT. GMM persoalan ini yang menjadi sasaran warga adalah Kades. Sementara itu, Kepala Desa Gane Dalam, Risman B. Dul Haji, mengaku bahwa memang meteran listrik itu diberikan langsung oleh Pihak Perusahan PT. GMM, dari dana CSR sendiri. Namun karena stok ketersediaan jumlah meterannya habis akhirnya yang baru dipasang baru sekian itu.”Jadi Meteran Listrik di desa Gane Dalam memang tidak dialokasikan ke dalam anggaran Dana Desa, itu adalah dari dana CSR perusahan dan memang itu tanggung jawab pihak Perusahan,” Tutupnya(ard/smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *