LABUHA-Kerusakan rumah warga di dua desa di Halsel masing masing desa Yaba kecamatan Bacan Barat Utara dan Desa Bobo kecamatan Obi Selatan hingga saat ini belum terdata oleh Pemkab Halsel dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Padahal kerusakan rumah akibat tersebut akibat banjir yang melanda dua desa tersebut beberapa pekan lalu.
Kepala BPBD Halsel, Jakaruddin dikonfirmasi dikantornya mengatakan pihaknya baru menerima informasi awal terkait banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Informasi yang beredar saat ini masih bersumber laporan warga sehingga belum dapat dijadikan acuan resmi penanganan.“Terkait laporan banjir di Desa Yaba, kami sudah melakukan konfirmasi awal dengan Camat Bacan Barat Utara dan pihak terkait. Namun sampai sekarang kami masih menunggu data valid dari kepala desa yang sedang melakukan pendataan di lapangan,” ujar Jakaruddin.
Dia mengakui, data sementara sebagimana dilaporkan masyarakat menyebutkan sebanyak 21 kepala keluarga terdampak serta tiga unit rumah mengalami kerusakan parah. Namun, data tersebut belum diverifikasi secara resmi oleh BPBD Halsel.“Data itu masih informasi awal, belum bisa kami pastikan kebenarannya. Karena itu, penanganan lanjutan menunggu hasil pendataan resmi,” katanya.
Diaa menyebutkan, Meski belum mengantongi data sebagimana dilaporkan resmi dari kecamatan dan kades setempat. BPBD mengaku telah meneruskan laporan awal tersebut ke Bidang Kedaruratan sebagai langkah antisipasi apabila situasi di lapangan membutuhkan penanganan cepat. Dia juga mengungkapkan, keterlambatan peninjauan lapangan disebabkan oleh banyaknya kejadian bencana yang terjadi secara bersamaan di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Salah satunya adalah bencana angin kencang di Desa Bobo Kecamatan Obi Selatan yang lebih dulu mendapat penanganan.“Beberapa kejadian bencana masuk bersamaan, sehingga penanganannya dilakukan berdasarkan skala prioritas. Ada tim yang lebih dulu turun ke lokasi lain, sementara Desa Yaba menyusul,” jelasnya.
Dia menyebutkan, Selain faktor prioritas, kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak bersahabat juga menjadi kendala untuk menjangkau lokasi banjir.“Besok cuaca mendukung dan tim bisa turun langsung ke Desa Yaba,”Ujarnya(ard/smr)













