LABUHA-Penerima Bansos Program Keluarga Harapan (Bansos) ternyata tidak tepat sasaran. Buktinya, di kecamatan Makian tepatnya di desa Walo, perangkat desa masuk daftar penerima program tersebut, setiap penerima bantuan tersebut turun di desa, perangkat desa tersebut menerima lebih dulu bantuan pemerintah pusat tersebut.
Selain bantuan diberikan dalam bentuk sembako, perangkat desa yang meliputi kaur kaur tersebut menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Selain perangkat desa, istri sekretaris desa tersebut menerima bantuan bansos PKH tersebut. Bahkan bantuan bansos PKH ini setiap tahunnya diterima. Belum lagi keluarga kepala desa ikut menerima bantuan tersebut.”Bantuan bansos PKH di Desa Walo ini, semua penerimanya perangkat desa, dan istri sekretaris desa.”Keluh warga setempat.
Dia juga mengeluhkan, bahwa selain itu, Pengelola PKH kecamatan Makian juga harus di evaluasi secara keseluruhan karena selain perangkat desa, pegawai PPPK kecamatan Makian sendiri juga ikut menerima bansos PKH tersebut.”Kami berharap agar Dinas Sosial Halsel dapat evaluasi total terhadap Sofyan Rasyid pengelola PKH Kecamatan Makian, karena penerima bansos PKH itu perangkat desa, istri sekretaris desa dan pegawai PPPK.”Harapnya
Sofyan Rasyid pengelola PKH Kecamatan Makian dikonfirmasi tidak merespon keluhan tersebut. Sementara Kadis Sosial Halsel Fadjri Kambey dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya memerintahkan kabid linjamsos untuk menelusuri keluhan tersebut.’saya perintahkan kabid linjamsos untuk telusuri bansos PKH di Desa Walo kecamatan Makian.”Tegasnya(ard/smr)













