Dipasok Dari Luar, Harga Cabai Merah Keriting di Halsel Tembus Rp 160 Ribu Per Kilogram

avatar Tidak diketahui
Kadis Perindakop Halsel Agus Heriawan

Halmahera Selatan-Harga cabai merah keriting di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali melonjak. Harganya kini menembus Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram, di tengah tingginya ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar.

Kondisi ini menunjukkan produksi cabai lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Halsel, Agus Heriawan, menyebut sekitar 80 persen kebutuhan cabai masih dipasok dari luar daerah, sementara produksi lokal baru sekitar 20 persen.“Kalau normalnya harga cabai sekitar Rp65 ribu sampai Rp70 ribu. Sekarang sudah naik 100 persen, bahkan lebih,” kata Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2026).

Menurut Agus, lonjakan harga tidak lepas dari berkurangnya pasokan dari daerah pemasok. Di sisi lain, produksi petani lokal juga mengalami penurunan akibat musim kemarau. Keterbatasan air menjadi persoalan utama. Meski cabai membutuhkan paparan panas, tanaman tetap memerlukan air untuk tumbuh dan berproduksi. Kondisi ini membuat petani di sejumlah wilayah kesulitan mempertahankan produksi.“Cabai memang membutuhkan panas, tetapi tetap membutuhkan air. Kalau air tidak tersedia atau sumbernya jauh, petani kesulitan menyiram. Akibatnya produksi menurun dan pasokan lokal ikut berkurang,” jelasnya.

Ketergantungan hingga 80 persen terhadap pasokan luar menjadi pekerjaan rumah bagi Halsel. Ketika pasokan terganggu, harga di pasar daerah langsung terdampak. Karena itu, Agus mendorong petani kembali meningkatkan produksi, khususnya di wilayah yang memiliki sumber air memadai. Peningkatan produksi lokal dinilai penting untuk memperkuat pasokan sekaligus mengurangi tekanan harga.“Kita berharap produksi lokal mulai meningkat, terutama di wilayah yang memiliki sumber air cukup. Kalau petani kembali menanam dan masuk masa panen, pasokan akan bertambah,” ujarnya.

Ia menyebut kenaikan harga cabai juga terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Ternate dan beberapa wilayah di Pulau Jawa. Namun, bagi Halsel, penguatan produksi lokal menjadi langkah penting agar kebutuhan masyarakat tidak terus bergantung pada pasokan dari luar.

Jika produksi lokal kuat, pasokan lebih terjaga. Jika pasokan aman, gejolak harga dapat ditekan. Disperindagkop berharap peningkatan produksi petani dapat segera mendorong harga cabai kembali ke level normal.“Mudah-mudahan trennya terus turun. Kalau pasokan dari luar tersedia dan petani lokal mulai menanam serta panen, harga bisa kembali stabil,” pungkasnya(ard/smr)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *