TOBELO- Dialog publik yang dilaksanakan Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, GMKI, dan Orda ICMI Halmahera Utara di pusatkan di Caffe Aurelia Tobelo untuk memperingati sumpah pemuda itu dengan mendatangkan tiga pembicara Ketua Orwil ICMI Malut Dr Hi Kasman Hi Ahmad yang juga wakil Bupati Halut, Akademisi UMMU Dr Herman Usman dan Akademisi Dr Jhubar C. Manginbulude dengan tema’ Digitalisasi dan Modal Sosial perlu diskusi tentang batasan digitalisasi, menekankan pentingnya etika dan karakter.
Dalam dialog publik mengemuka soal tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengesankan sebesar 32,09% dan menekankan peran penting pemuda dan komunitas dalam mempertahankan momentum ini. Percakapan ini menyoroti pentingnya karakter dan modal sosial dalam pembangunan, dengan fokus khusus pada kolaborasi antara kaum muda dan pengaruh pemimpin muda dalam konteks sejarah dan kontemporer. Pengakuan struktural dan budaya atas kontribusi pemuda dianggap penting. Diskusi ini menekankan perlunya inisiatif yang digerakkan oleh komunitas daripada mengandalkan dukungan pemerintah, menganjurkan kolaborasi digital dengan pemerintah lokal untuk mengstabilkan pasar dan mendukung 27 juta petani yang menghadapi tantangan produktivitas. Dalam Dialog ini juga mengeksplorasi kebutuhan untuk membangun generasi yang tangguh dan mempertimbangkan implikasi geopolitik dari pengembangan regional. Pelestarian budaya dan peran pendidikan dalam mendorong pertumbuhan intelektual juga dibahas. Kekhawatiran tentang kebijakan pemerintah pusat yang mempengaruhi hak lokal diangkat, bersama dengan strategi untuk inovasi pertanian. Pendekatan kreatif dan inovatif untuk keterlibatan pemuda didorong untuk meningkatkan pengembangan regional. Dialog ini diakhiri dengan seruan untuk upaya bersama dalam memberdayakan pemuda dan komunitas, memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh petani dan komunitas lokal.
Dalam dialog dengan tiga pembicara tersebut melahirkan Narasi ini merajut tema pemberdayaan pemuda, kolaborasi komunitas, dan inovasi strategis, memberikan gambaran komprehensif tentang diskusi dan keputusan yang dibuat termuat dalam 13 poin.. Terdiri dari poin pertama pertama Jelajahi peluang bagi pemuda untuk menyumbangkan ide untuk pembangunan Halmahera Utara, kedua Pertimbangkan untuk menciptakan ruang formal bagi pemuda untuk menyampaikan ide dan kekhawatiran kepada pemerintah ketiga Selidiki potensi pengembangan pertanian di Halmahera Utara, terutama terkait dengan 5.000 hektar lahan untuk pertanian. Keempat Pertimbangkan untuk membuat pasar yang digerakkan oleh komunitas untuk mendukung petani lokal. kelima Jelajahi kolaborasi digital dengan pemerintah lokal untuk mengstabilkan harga pasar. Urutan ke enam kembangkan inisiatif untuk membangun generasi pemuda yang tangguh dan kreatif dan ketujuh Selidiki implikasi geopolitik dari pengembangan regional. Kedelapan Rencanakan festival atau kompetisi untuk mempromosikan budaya lokal dan bercerita serta poin ke sembilan Tetapkan regulasi untuk melindungi kebebasan berekspresi bagi pemuda dalam demonstrasi publik. Berikutnya Pastikan pemuda terlibat dalam proses pengambilan keputusan daerah. Ke sebelas kembangkan strategi untuk melindungi petani dan meningkatkan produktivitas pertanian, Jelajahi kemitraan dengan investor untuk pengembangan industri lokal dan terakhir Dorong solusi kreatif dan inovatif dari pemuda untuk tantangan lokal. Sementara itu dialog publik dihadiri langsung pelaksana kegiatan dialog publik ketua PD Pemuda Muhammadiyah Halut Jumar Mafoloi yang juga anggota DPRD Halut, Eka Putra Orda ICMI Halut, Rifki Kasibit GP Ansor, dan Fredrik Salawangi dari GMKI(smr)













