Ternate Pintu Pertama Penanaman Jagung Pemuda Muhammadiyah Bersama Polri

Unknown's avatar

TERNATE– Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Ternate menggelar penanaman jagung perdana sebagai tindak lanjut kerja sama antara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Kepolisian Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di lahan Muhammadiyah Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, Rabu (10/9) kemarin

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, Kapolres Kota Ternate yang diwakili Kabag SDM Polres Ternate AKP Andi Idrus, Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate Thamrin Marsaoly mewakili Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, Kapolsek Ternate Selatan, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, Muhammad Fadly, dalam sambutannya mengapresiasi langkah PDPM Kota Ternate yang dinilainya selaras dengan program Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan nasional. Program ini sebelumnya juga ditegaskan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat Apel Akbar Kokam.“Gerakan penanaman jagung ini adalah bukti nyata bahwa Pemuda Muhammadiyah hadir tidak hanya di ranah dakwah, tetapi juga dalam memberikan kontribusi terhadap negara melalui ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Fadly.

Kapolres Kota Ternate melalui Kabag SDM AKP Andi Idrus turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian sangat penting sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.“Kami mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Harapannya, sinergi antara kepolisian, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat menjadi contoh dalam membangun daerah serta menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Ir. Thamrin Marsaoly, dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi menekankan bahwa langkah Pemuda Muhammadiyah selaras dengan visi pembangunan pertanian Kota Ternate.“Sejauh ini baru Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara yang siap memulai langkah nyata untuk mendukung program Asta Cita, khususnya di bidang pertanian. Kalau urusan pertanian hanya dibebankan pada pemerintah, maka akan terasa sangat berat. Tantangan terbesar justru menggerakkan masyarakat, sehingga sinergi lintas sektor sangat penting,” jelasnya.

Thamrin juga menyinggung kebutuhan pengembangan jagung pipil di Kota Ternate. Selama ini, petani lebih banyak menanam jagung manis karena pasarnya jelas. Padahal, kebutuhan jagung pipil untuk pakan ternak masih sangat tinggi.“Data terakhir menunjukkan total produksi jagung di Kota Ternate lebih dari 20 ton, namun hampir semuanya jagung manis. Bahkan hingga kini Bulog belum menerima pasokan jagung pipil dari Ternate. Karena itu, ke depan kita perlu mendorong diversifikasi pangan,” tegasnya.

Mantan Kadiskominfo Ternate berharap, minggu depan sudah dimulai penanaman jagung pipil di sejumlah lahan, termasuk di kawasan timur Kota Ternate. “Program ini merupakan upaya konkret dalam mengubah lahan tidur menjadi produktif. Pemerintah Kota siap mendampingi dan memberikan dukungan teknis agar program ini berjalan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai penutup acara, dilakukan prosesi penanaman bibit jagung secara simbolis oleh para pimpinan dan tamu undangan. Arahan teknis penanaman dipandu langsung oleh Munawir Muhammad, Bendahara Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *