Hindari Konflik, Format Bupati CUP 2026 Di Rubah, Setiap Kecamatan Mengirim Satu Tim

avatar Tidak diketahui
Kadispora Halsel Noce Totononu

HALMAHERA SELATAN-Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memastikan Bupati Cup 2026 akan digelar pada Oktober mendatang. Namun, ajang sepak bola bergengsi tersebut hadir dengan skema baru satu kecamatan hanya mengirim satu tim untuk berlaga di tingkat kabupaten.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian format. Dispora menyebutnya sebagai langkah evaluasi untuk memperketat regulasi, memperluas ruang bagi pemain potensial, sekaligus menekan potensi konflik yang sempat menjadi persoalan pada pelaksanaan sebelumnya.

Kepala Dispora Halmahera Selatan, Noce Totononu, mengatakan seluruh kecamatan akan terlebih dahulu melakukan seleksi dan pembentukan tim pada Agustus hingga September. Dengan jumlah kecamatan sekitar 30, maka kompetisi tingkat kabupaten nantinya diperkirakan diikuti sekitar 30 tim.“Pendaftaran Bupati Cup kali ini hanya perwakilan satu kecamatan, atau satu kecamatan satu tim. Jadi yang masuk ke kabupaten sekitar 30 tim,” kata Noce.

Menurut Noce, mekanisme baru memberikan kesempatan kepada setiap kecamatan untuk membentuk skuad terbaik, bukan semata-mata berdasarkan tim yang menjadi juara pada kompetisi tingkat desa. Pemain berbakat dari desa-desa lain tetap dapat direkrut untuk memperkuat tim kecamatan. Dengan demikian, kualitas pemain menjadi pertimbangan utama dalam pembentukan skuad.“Ketika ada yang sudah memenangkan pertandingan di kecamatan, mereka bisa mengambil pemain dari desa-desa yang tidak menang. Tetap kami buat figur yang bisa dipilih,” jelasnya.

Dispora menargetkan proses seleksi di tingkat kecamatan rampung pada September. Setelah itu, seluruh tim terbaik dari masing-masing kecamatan akan dipertemukan dalam kompetisi tingkat kabupaten yang dijadwalkan mulai Oktober.

Evaluasi Bupati Cup Sebelumnya, Noce menegaskan, perubahan format merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan Bupati Cup sebelumnya. Regulasi kali ini akan dibuat lebih tegas untuk menutup celah yang berpotensi memicu persoalan selama kompetisi berlangsung.”Pengalaman yang kemarin menjadi rujukan dan evaluasi kami untuk mengantisipasi. Ruang-ruang itu sudah kami coba antisipasi, mudah-mudahan tidak ada masalah,” ujarnya.

Dispora juga mendorong setiap camat membentuk panitia lokal. Panitia tersebut nantinya bertugas mengatur teknis pertandingan, koordinasi antardesa, penyuratan, hingga memastikan sarana dan prasarana pertandingan tersedia.“Kami sarankan ada panitia lokal supaya ada pengaturan dan peraturan yang jelas,” katanya.

Dengan skema tersebut, Dispora ingin Bupati Cup tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang seleksi dan pembinaan pemain sepak bola potensial dari seluruh wilayah Halmahera Selatan.

Dari sisi pembiayaan, Noce menyebut anggaran Bupati Cup 2026 masih berada pada kisaran pelaksanaan sebelumnya, yakni sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar. Sementara untuk kepanitiaan tingkat kabupaten, Dispora menunjuk Abdila Jafar sebagai bagian dari panitia pelaksana. Penunjukan tersebut disebut berdasarkan pengalaman dan kapasitasnya di dunia sepak bola.“Beliau memiliki lisensi dan juga seorang pemain bola, sehingga kami nilai bisa bertanggung jawab dan menjalankan tugas,” pungkas Noce.

Dengan format baru satu kecamatan satu tim, Bupati Cup 2026 kini dituntut bukan hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu membuktikan bahwa evaluasi Dispora benar-benar menghasilkan kompetisi yang lebih tertib, kompetitif, transparan, dan minim konflik.(ard/smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *