Dampak Tawuran, Sekolah di Kecamatan Jailolo Selatan Diliburkan

avatar Tidak diketahui
Mobil TNI berjaga jaga di Lokasi kecamatan Jailolo Selatan

HALMAHERA BARAT-Aktivitas belajar mengajar terpaksa diliburkan di sejumlah sekolah di Kecamatan Jailolo Selatan, akibat kericuhan usai pertandingan sepak bola antara Desa Domato dan Desa Dehe, Minggu (20/9/2026) sore. Kericuhan tersebut terjadi sekitar pukul 16.56 WIT, setelah pertandingan antar desa berakhir. Situasi di sekitar lokasi kemudian memanas dan disebut melibatkan sejumlah warga dari kedua desa.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kericuhan diduga bermula setelah salah satu pihak tidak menerima hasil pertandingan. Kondisi tersebut kemudian berkembang hingga terjadi bentrokan fisik.

Dampak dari situasi tersebut turut dirasakan masyarakat, khususnya para siswa dan tenaga pendidik. Sejumlah sekolah yang berada di sekitar wilayah kejadian memilih menghentikan sementara aktivitas pembelajaran demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Sekolah SMP Negeri 25 Halmahera Barat, Iwan Akib, mengatakan sekolah terpaksa diliburkan setelah mendapat permintaan dari para orang tua siswa yang khawatir dengan kondisi keamanan di sekitar wilayah tersebut.“Yang diliburkan itu SD Inpres 43 Halbar, SMP 25 Halbar, MTs Al Huda, Aliyah. Pokoknya sekolah yang berada di sekitar situ diliburkan,” kata Iwan saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Menurut Iwan, keputusan tersebut diambil sebagai langkah sementara sambil pihak sekolah memantau perkembangan situasi di lapangan.“Soalnya orang tua meminta diliburkan. Anak-anak terpaksa kami liburkan sambil menunggu informasi di lapangan. Sementara ini mereka masih saling berjaga di sekitar lokasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah akan terus berkoordinasi dan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan perkembangan kondisi keamanan.“Kami tetap menunggu informasi selanjutnya. Kalau situasi sudah aman dan kondusif, aktivitas belajar mengajar akan kembali berjalan seperti biasa,” katanya.

Iwan juga berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak memperpanjang persoalan yang terjadi setelah pertandingan.“Kami berharap situasi segera aman dan kondusif. Kami juga berharap masyarakat dapat menahan diri agar persoalan ini tidak meluas dan anak-anak bisa kembali bersekolah dengan aman,” harapnya.

Hingga Senin (21/9/2026), kondisi keamanan di wilayah sekitar Desa Domato dan Desa Dehe masih menjadi perhatian masyarakat. Aparat TNI dan Polri juga masih bersiaga di lokasi untuk menjaga situasi keamanan serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan antara kedua pihak.

Warga berharap situasi segera kembali kondusif sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah, dapat kembali berjalan normal(dal/smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *