LABUHA-Komando Distrik Militer (Kodim) 1509/Labuha menargetkan penanaman 100 ribu pohon sukun di Kabupaten Halmahera Selatan sebagai bagian dari Gerakan Emas Hijau Satu Juta Pohon Sukun yang digagas Kodam XV/Pattimura. Program tersebut disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan, memperluas ruang hijau, sekaligus mendorong pemanfaatan tanaman produktif di tengah masyarakat.
Pencanangan program dilakukan melalui penanaman perdana di Markas Koramil Bacan, Jumat (31/7) yang dihadiri Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan, perwakilan Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan, camat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Komandan Kodim 1509/Labuha, Letkol Inf. Samsul, S.I.P., mengatakan target 100 ribu pohon akan direalisasikan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, prajurit TNI, hingga masyarakat.
Menurutnya, gerakan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh jajaran Kodam XV/Pattimura yang mencakup Provinsi Maluku dan Maluku Utara, dengan Halmahera Selatan menjadi salah satu daerah prioritas.”Target kami menanam 100 ribu pohon sukun di Halmahera Selatan. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan bersama,” kata Samsul.
Ia menjelaskan, bibit sukun akan ditanam di lahan pemerintah, lingkungan sekolah, fasilitas umum, hingga desa-desa. Selain personel Kodim 1509/Labuha, program tersebut juga melibatkan prajurit Yonif TP 867/Satria Manggala.”Kami ingin pohon sukun tidak hanya tumbuh di lingkungan TNI, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Semakin banyak yang menanam, semakin besar manfaat ekonomi, pangan, dan lingkungan yang diperoleh,” ujarnya.
Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba menyambut baik gerakan tersebut. Menurutnya, sukun merupakan tanaman yang memiliki nilai strategis karena mampu menopang ketahanan pangan sekaligus memperkuat daya dukung lingkungan.
Bassam mengatakan buah sukun kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral sehingga berpotensi menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat. Di sisi lain, pohon sukun juga memiliki fungsi ekologis yang penting melalui sistem perakaran yang mampu menyerap air, mengurangi erosi, menekan risiko banjir dan longsor, serta mendukung konservasi sumber daya air.”Menanam sukun berarti menyiapkan sumber pangan bagi generasi mendatang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, gerakan ini perlu menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau TNI,” pungkasnya(ard/smr)













