HALMAHERA SELATAN-Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) membuka dua jalur pelatihan keterampilan bagi masyarakat, mulai dari operator alat berat hingga keterampilan usaha mandiri.
Program tersebut digelar melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Dua program yang ditawarkan yakni pelatihan operator excavator dan dump truck serta Mobile Training Unit (MTU).
Kepala Disnakertrans Halsel, Dr. Daud Djubedi, SH, LL.M, Jumat (18/9/2026), menyampaikan program ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus membuka akses terhadap lapangan kerja dan usaha produktif.“Untuk pelatihan MTU ini jenis keterampilannya disesuaikan dengan minat dan bakat yang dipilih peserta. Jadi masyarakat tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi mendapatkan keterampilan yang bisa dikembangkan setelah selesai mengikuti program,” ujar Daud.
Untuk tahap awal, pelatihan MTU dipusatkan di Bacan dan telah terbentuk sebanyak 13 kelompok peserta. Setiap kelompok beranggotakan 16 orang dengan jenis keterampilan disesuaikan kebutuhan dan minat masyarakat. Keterampilan yang ditawarkan meliputi menjahit, hidroponik, teknik AC, perbengkelan, pembuatan roti dan kue, tata kecantikan serta sejumlah keterampilan lainnya. Pelatihan MTU berlangsung selama 14 hari dengan pola pembelajaran yang lebih banyak mengedepankan praktik. Komposisinya terdiri dari 40 persen materi dan 60 persen praktik.”Khusus MTU, peserta berusia 20–45 tahun dan tidak berstatus ASN. Berkasnya KTP dan ijazah. Materi sesuai minat dan bakat, dengan 40 persen materi dan 60 persen praktik,” jelas Daud.
Sementara itu, pelatihan operator excavator dan dump truck dilaksanakan di Ternate selama satu bulan dan dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Untuk operator excavator, peserta dipersyaratkan berusia 23–30 tahun, sedangkan operator dump truck 21–30 tahun. Persyaratan utama berupa KTP dan ijazah. Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas tempat tinggal, makan tiga kali sehari dan seragam.
Daud menegaskan, program tersebut tidak boleh berhenti sebatas pelatihan dan sertifikat. Ukuran keberhasilannya harus terlihat dari kemampuan peserta memasuki dunia kerja atau menciptakan usaha setelah pelatihan.“Target konkretnya, kami berharap hasil pelatihan ini memberikan impact atau dampak positif kepada masyarakat Halmahera Selatan melalui penyerapan tenaga kerja dan para kelompok yang sudah dilatih bisa mandiri dalam membuka usahanya,” tegasnya.
Menurut Daud, keterampilan operator alat berat diharapkan dapat menjadi modal bagi peserta untuk memasuki sektor pekerjaan yang membutuhkan tenaga terampil. Sementara pelatihan MTU diarahkan agar masyarakat memiliki keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.
Seluruh program pelatihan ini tidak dipungut biaya. Masyarakat Halsel yang memenuhi persyaratan dipersilakan mendaftarkan diri melalui Disnakertrans Halsel.”“Ayo warga Halsel, segera daftarkan diri. Pilih keterampilan sesuai minat dan bakat untuk menambah skill, membuka peluang kerja atau memulai usaha sendiri,” pungkas Daud(ard/smr)














