Krisis Air Bersih, Warga Kukupang Gotong Royong Gali Sumur

avatar Tidak diketahui
Atasi krisis air bersih, warga desa Kukupang gotong royong gali sumur

HALMAHERA SELATAN-Krisis air bersih kembali menghantui masyarakat Desa Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga, Persoalan yang disebut telah berlangsung puluhan tahun itu hingga kini belum memiliki solusi permanen. Memasuki musim panas, kondisi semakin parah. Tujuh sumur yang selama ini menjadi sumber air warga dilaporkan mengering, sehingga hampir 900 kepala keluarga kini kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kepala Desa Kukupang, Fauji Ibrahim, mengatakan masyarakat sudah terlalu lama menghadapi persoalan tersebut.“Sudah puluhan tahun kami mengalami krisis air bersih. Kondisi ini terus menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama ketika memasuki musim panas,” ujar Fauji.

Menurutnya, kekeringan tujuh sumur tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif. Padahal, sumur-sumur itu selama ini menjadi tumpuan masyarakat untuk kebutuhan minum, memasak, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Ironisnya, persoalan kebutuhan dasar ini terus berulang setiap musim panas. Warga kembali dihadapkan pada kekeringan, sementara solusi jangka panjang belum juga terwujud. Di tengah keterbatasan, Pemerintah Desa Kukupang bersama masyarakat memilih melakukan upaya swadaya. Warga bergotong royong membersihkan sumur dan menggali kembali titik-titik yang dianggap masih memiliki potensi sumber air.

Kepala Desa Kukupang bahkan turun langsung bersama warga. Upaya tersebut turut mendapat dukungan Kopda Komarudin dari unsur TNI yang ikut membantu proses pembersihan dan penggalian sumur. Namun, langkah tersebut hanya menjadi upaya darurat. Tanpa pembangunan sarana air bersih yang memadai, masyarakat berpotensi kembali menghadapi persoalan yang sama ketika sumber air mengering.

Fauji pun meminta pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat Kukupang.“Kami berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat melihat kondisi masyarakat di Desa Kukupang dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih,” harapnya.

Menurut pemerintah desa, masyarakat membutuhkan sarana air bersih permanen, bukan sekadar penanganan ketika kekeringan sudah terjadi. Sebab, bagi hampir 900 KK di Kukupang, air bersih bukan kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup. Puluhan tahun berlalu, tetapi krisis air masih menjadi kenyataan. Kini warga menunggu apakah pemerintah akan menghadirkan solusi permanen atau kembali membiarkan persoalan yang sama berulang setiap musim panas(ard/smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *