Halmahera Selatan – Pembangunan 20 unit MCK di Desa Loleojaya, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, menuai sorotan. Proyek dengan nilai Rp 490 juta tersebut disebut warga masih menyisakan sejumlah pekerjaan mendasar di lapangan.
Warga Desa Loleojaya, Anto, mengungkapkan septic tank pada sejumlah unit disebut belum selesai, termasuk bagian pengecoran. Kamar mandi juga belum lengkap, sementara closet disebut belum terpasang secara keseluruhan.“Septic tank belum dicor, kamar mandi juga belum selesai. Kap belum ada, closet belum terpasang seluruhnya,” ujar Anto.
Selain progres pekerjaan, tidak adanya papan informasi proyek di lokasi turut dipertanyakan. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mengetahui secara terbuka nilai anggaran, pelaksana, sumber dana, serta masa pelaksanaan pekerjaan.
Data pada sistem pengadaan mencatat paket Pembangunan Tangki Septik Individual Desa Loleojaya Kecamatan Kasiruta Timur berada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Halmahera Selatan, dengan pagu dan HPS masing-masing Rp 490 juta. Pemenang tender tercatat CV Indong Saputri.
Anto mendesak Kepala Dinas Perkim Halmahera Selatan, Ikbal Mustafa, segera turun ke lapangan dan memberikan teguran keras kepada kontraktor jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai kontrak dan spesifikasi teknis.“Kadis Ikbal Mustafa jangan hanya menerima laporan. Turun langsung lihat kondisi di lapangan. Kalau pekerjaan belum sesuai, kontraktor harus ditegur keras dan segera menyelesaikan seluruh kewajibannya,” tegas Anto.
Masyarakat meminta Dinas Perkim memastikan seluruh 20 unit MCK benar-benar selesai dan dapat digunakan, termasuk septic tank, kamar mandi, closet, serta komponen lainnya. Anggaran Rp 490 juta bukan angka kecil. Karena itu, masyarakat berhak mendapatkan pekerjaan yang selesai, layak, dan sesuai kontrak bukan sekadar proyek yang terlihat selesai di atas kertas.(ard/smr)














