HALMAHERA SELATAN – Pekerjaan peningkatan jalan lapen di Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, senilai Rp4.719.624.053,71 menjadi sorotan warga. Safyudin menilai hasil pekerjaan belum maksimal dan mendesak pengawasan ketat agar kualitas jalan sesuai spesifikasi teknis.
Proyek yang dikerjakan CV Tiga Putri Mandiri menggunakan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan masa pelaksanaan 189 hari kalender. Progres pekerjaan dilaporkan mencapai 15 persen. Menanggapi sorotan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ade Samsudin, mengakui tim pengawas telah mengidentifikasi sejumlah titik yang perlu diperhatikan, termasuk penambahan material dan perbaikan pada bagian tertentu.
Tim pengawas sudah mengidentifikasi titik-titik yang perlu diperhatikan ulang dan diperbaiki. Karena pekerjaan masih berlangsung, hal itu tetap menjadi perhatian dan pekerjaan terus dikontrol,” jelas Ade Samsudin.
Ia menerangkan, penanganan dilakukan menggunakan material split kerikil ukuran 2/3 untuk mengisi celah gradasi batu agar permukaan dapat menerima aspal dengan baik dan material saling mengunci.
Menurutnya, tim pengawas masih melakukan identifikasi kondisi di lapangan. Pihaknya juga menunggu pengiriman material dari Bacan menggunakan kapal Landing Craft Tank (LCT). Jika kondisi cuaca mendukung, material diharapkan tiba di lokasi dalam satu hingga dua hari ke depan.
Meski demikian, penjelasan PPK tersebut menjadi catatan penting bahwa masih terdapat titik pekerjaan yang membutuhkan penanganan lanjutan. Pengawasan tidak cukup hanya memastikan proyek berjalan, tetapi juga harus menjamin hasil pekerjaan memenuhi standar mutu dan ketentuan kontrak.
Dengan anggaran mencapai Rp4,7 miliar, Dinas PUPR dan tim pengawas diminta memastikan setiap kekurangan ditangani sebelum pekerjaan dinyatakan selesai. Pemeriksaan terhadap ketebalan lapisan, kepadatan material, keseragaman permukaan, serta kesesuaian spesifikasi teknis perlu menjadi perhatian.
Warga berharap proyek ini tidak sekadar mengejar progres fisik, tetapi menghasilkan jalan yang kuat, aman, dan tahan lama. Sebab, anggaran miliaran rupiah harus sebanding dengan kualitas infrastruktur yang diterima masyarakat.
Sorotan warga kini menjadi ujian bagi pengawasan proyek: apakah seluruh titik yang dinilai belum maksimal benar-benar diperbaiki hingga memenuhi standar, bukan sekadar ditangani sementara selama pekerjaan berlangsung.(ard/smr)














