HALMAHERA SELATAN-Polemik rencana penerapan retribusi parkir di RSUD Labuha mendapat tanggapan dari Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Menanggapi sorotan dua fraksi, PKB dan Perindo, Bassam menegaskan bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas, sistem, dan kualitas pelayanan rumah sakit.
Menurut Bassam, pemerintah daerah memang didorong untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah, termasuk dari sektor pelayanan. Namun, rencana retribusi parkir di RSUD Labuha tidak bisa hanya dilihat dari sisi peningkatan PAD tanpa mempertimbangkan kesiapan pelayanan kepada masyarakat.“Kalau dari aspek pemerintah daerah, kita melihat dari sisi optimalisasi PAD. Tetapi, kita tidak berbicara bahwa parkir harus bayar atau tidak. Fasilitas harus disiapkan, sistemnya juga harus disiapkan, dan pelayanannya harus memadai. Setelah semuanya siap, baru bisa kita tegaskan,” ujarnya.
Bassam menekankan, kebijakan retribusi parkir tidak boleh terburu-buru diterapkan sebelum seluruh aspek pendukung benar-benar dipelajari dan dipastikan memadai.
Ia juga meminta agar polemik tersebut tidak terus berkembang sebatas perdebatan opini. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah mencari solusi konkret yang mengutamakan kepentingan pelayanan di RSUD Labuha.“Jangan terlalu berdebat di ranah opini. Lebih baik kita mencari solusi, apa yang bisa dilakukan untuk kepentingan pelayanan di rumah sakit,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa rencana retribusi parkir RSUD Labuha masih perlu dikaji dengan mempertimbangkan dua aspek utama, yakni potensi peningkatan PAD dan kesiapan pelayanan publik.
Di tengah sorotan Fraksi PKB dan Perindo, keputusan penerapan retribusi parkir kini menjadi perhatian karena menyangkut bukan hanya pendapatan daerah, tetapi juga kenyamanan dan kepentingan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.(ard/smr)














