Kekurangan Fasilitas, Personil Terbatas Lakukan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan Warga

avatar Tidak diketahui
Sekretaris Damkar Halbar Sukmawati Saputri Basimin, S.STP

HALBAR-Kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) yang seusai dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Sekretaris Damkar, Sukmawati Saputri Basimin, S.STP saat ditemui di ruangannya mengungkapkan sejauh ini pihaknya telah berupaya untuk selalu tanggap dalam melakukan pemadaman”Kebakaran yang terjadi di Kecamatan Jailolo, Sahu, Sahu Timur dan Jailolo Selatan yang masih bisa kami jangkau, akan tetap kami lakukan tindakan pemadaman kebakaran, walau dengan alat seadanya,” katanya.

Ia menilai bahwa memang setiap operasi personilnya dalam pemadaman yang berurusan dengan api dan asap tanpa APD itu menyulitkan.”Sebab memang tidak ada sama sekali, jadi kami punya personil itu melakukan pemadaman kebakaran hanya dengan alat seadaannya, mereka hanya pakai sepatu lars dan masker biasa yang  bukan khusus untuk pemadaman kebakaran,” katanya.

Sekretaris Damkar itu mengungkap bahwa memang semuanya masih kurang atau tidak sesuai dengan standar, dari mulai helm, masker, sepatu tahan api, sarung tangan tahan api, dan pakaian tahan api.”Selain itu kekurangan juga dari selang dan nozzle, karena untuk sekarang kekuatan nozzle masih kecil, jadi kami harus cari yang kekuatan dorongan airnya lebih besar lagi,” tuturnya.

Sementara itu cuaca kering yang berkepanjangan ini mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan dari bulan agustus berjumlah 17 titik kebakaran, pada bulan september meningkat menjadi 28 titik dan di bulan Oktober awal ini sudah 15  titik kebakaran(dal/smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *