LABUHA – Dugaan pencurian BBM jenis solar di lingkungan PLN ULP Saketa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mulai menuai sorotan. Laporan dugaan pencurian telah disampaikan pihak PLN kepada Polsek Gane Barat, namun hingga kini polisi menyebut belum memiliki bukti yang cukup untuk mengungkap perkara tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik, sejauh mana penyelidikan telah dilakukan, sementara dugaan pencurian disebut terjadi di lingkungan kantor PLN dan bahkan ditemukan indikasi perubahan pada sistem penyaluran BBM?
Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir, membenarkan adanya laporan terkait dugaan pencurian BBM tersebut.“Dari kepolisian belum cukup bukti,” kata Munir saat dikonfirmasi.
Namun, keterangan tersebut justru memunculkan tanda tanya baru. Sebab, informasi yang diperoleh dari warga menyebut terdapat temuan langsung terkait dugaan pengambilan solar dari area PLN ULP Saketa.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, salah satu petugas PLN bernama Kisman pernah menemukan aktivitas mencurigakan pada malam hari di sekitar kantor.
Kisman disebut melihat seseorang keluar dari bagian belakang kantor. Saat lokasi diperiksa, ditemukan selang yang menjulur dari dalam area kantor hingga ke luar pagar. Selang tersebut diduga terhubung dengan sekitar 10–15 jeriken di luar area PLN.Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pimpinan PLN.
Informasi lain yang diperoleh menyebut adanya dugaan modifikasi pada sistem penyaluran BBM dari dua tangki utama menuju tangki penampungan. Modifikasi tersebut diduga dilakukan dengan mengganti keran sehingga selang dapat dipasang dan diarahkan keluar pagar.
Jika benar, temuan tersebut semestinya menjadi pintu masuk bagi aparat untuk melakukan pemeriksaan teknis, audit stok BBM, pengecekan CCTV, pemeriksaan saksi, hingga penelusuran aliran BBM.
Warga Desa Saketa bahkan menduga praktik pengeluaran solar secara ilegal bukan terjadi sekali. Ada klaim bahwa jumlah BBM yang diduga telah keluar secara ilegal mencapai sekitar 100 ton. Namun, angka tersebut masih sebatas informasi masyarakat dan belum terverifikasi secara independen maupun dibuktikan melalui proses hukum. Seorang warga Desa Wosi juga mengaku pernah mengetahui dugaan penjualan solar yang melibatkan pihak PLN. Namun, keterangan tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi. Sejumlah warga juga menuding adanya dugaan keterlibatan oknum internal PLN, termasuk menyebut nama Kepala PLN ULP Saketa, Muhammad Munir. Tuduhan tersebut belum terbukti dan Munir belum dinyatakan terlibat dalam perkara apa pun.
Kapolsek Gane Barat, IPTU Ruslan Anwar, telah dikonfirmasi melalui WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan laporan, termasuk langkah penyelidikan yang telah dilakukan. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons(ard/smr)














