HALBAR-Pelayanan kontrasepsi gratis yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) sebagai langkah memperingati Hari Kontrasepsi sedunia akan diadakan pada awal Oktober mendatang
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Keluarga Berencana (Kabid KB), Nurain Ahadi,
kepada awak media di ruang kerjannya pada (30/09/2026). Ia mengungkapkan, program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap melalui seluruh puskesmas sebagai bagian dari program pelayanan kontrasepsi dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Dunia.”Program tersebut menyasar pasangan usia subur (PUS), terutama pasangan yang masih berada dalam usia produktif dan ingin merencanakan kehamilan maupun mengatur jarak kelahiran,” ungkapnya.
Ia menuturkan, pelayanan KB tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sebelumnya telah menggunakan alat kontrasepsi, tetapi juga bagi pasangan usia subur yang membutuhkan informasi dan pelayanan untuk merencanakan kehamilan.“Program ini menyasar pasangan usia subur, yaitu pasangan yang masih berada dalam usia produktif dan masih memungkinkan untuk memiliki anak,” tuturnya.
Jadi, sambung Nurain, bukan hanya masyarakat yang sudah menggunakan KB, tetapi pasangan usia subur yang ingin merencanakan kehamilan juga menjadi sasaran pelayanan. Menurutnya, setiap puskesmas memiliki target pelayanan yang harus dicapai dalam pelaksanaan program KB. Saat ini, pelayanan diarahkan untuk mencapai target sekitar 30 persen melalui masing-masing puskesmas.
Lebih jauh, Nurain menjelaskan, jenis kontrasepsi yang tersedia mencakup kontrasepsi jangka pendek maupun jangka panjang. Kontrasepsi jangka pendek meliputi pil, suntikan, dan kondom, sedangkan kontrasepsi jangka panjang di antaranya implant dan Intrauterine Device (IUD).“Implant dipasang pada bagian lengan dan dapat digunakan sampai sekitar tiga tahun, sedangkan IUD dipasang di dalam rahim dan dapat digunakan dalam jangka waktu sekitar lima sampai sepuluh tahun, tergantung jenisnya,” jelasnya.
Selain pelayanan kontrasepsi bagi perempuan, sambung Nurain, program tersebut juga menyediakan metode kontrasepsi bagi laki-laki, salah satunya Metode Operasi Pria (MOP).”MOP merupakan tindakan operasi kecil untuk laki-laki yang sudah tidak menginginkan kehamilan lagi. Metode tersebut dilakukan dengan memutus atau menutup saluran sperma sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur,” sambungnya.
Menurutnya, MOP dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang sudah tidak menginginkan kehamilan lagi, terutama apabila penggunaan metode kontrasepsi pada istri tidak sesuai atau menimbulkan keluhan.
Ia menambahkan, pelayanan KB dalam program tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat. Untuk mendapatkan pelayanan, masyarakat cukup membawa KTP atau fotokopi identitas serta memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan.“Pelayanan ini dilakukan secara gratis. Masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan cukup membawa KTP atau fotokopi identitas dan persyaratan administrasi yang diperlukan,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, pelaksanaan pelayanan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada masing-masing puskesmas.”Setelah tahap awal selesai, pelayanan akan dilanjutkan ke wilayah lain,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau pasangan usia subur untuk memanfaatkan pelayanan KB gratis yang tersedia di puskesmas. Menurutnya, masyarakat dapat berkonsultasi terlebih dahulu untuk menentukan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasangan.“KB bukan berarti seseorang tidak boleh mempunyai anak. KB adalah bagian dari perencanaan keluarga. Artinya, pasangan dapat merencanakan kapan ingin mempunyai anak berikutnya, sehingga jarak kelahiran dapat diatur dengan baik,” ungkapnya.Ia menambahkan, pengaturan jarak kelahiran memberikan kesempatan kepada orang tua untuk memberikan perhatian dan perawatan yang optimal kepada anak sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.“Jadi, KB itu bukan berarti tidak ingin mempunyai anak sama sekali. KB lebih kepada perencanaan keluarga dan pengaturan jarak kehamilan agar kesehatan ibu dan anak dapat lebih diperhatikan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program tersebut, target pencapaian secara keseluruhan ditetapkan sebesar 100 persen. Namun, hingga saat ini capaian pelayanan baru berada di kisaran 65 persen. Meski demikian, Nurain tetap optimistis capaian tersebut dapat terus ditingkatkan melalui pelayanan yang dilakukan secara bertahap di puskesmas.“Target yang ditetapkan adalah 100 persen, namun sampai saat ini pencapaiannya sekitar 65 persen. Kami tetap optimistis karena pelayanan masih terus dilakukan dan masyarakat masih dapat memanfaatkan program pelayanan KB gratis ini,” katanya.
Ia mengakui pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, salah satunya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran program KB. “Tahap awal diarahkan untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas,” pungkasnya(dal/smr)














