Prof Halil Ibrahim dan Dr Taty Sumiati Saingan Ketat, Dr Sofyan Abas dan Prof Ahmad Talib Saling Kritik

avatar Tidak diketahui
Para calon rektor UMMU dan para panelis salah satunya Rizal Marsaoly Sekda Kota Ternate

TERNATE-Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly menjadi panelis penyampaian visi misi calon rektor UMMU periode 2025-2029. Orang nomor tiga di Pemkot Ternate itu tampil bersama dengan panelis lainya Sekretaris Wilayah Muhammadiyah Malut Solemam Saidi, Ketua BPH UMMU Makbul Hi Din, Herman Usman Akademisi UMMU dan ketua PWPM Malut Muhammad Fadly. Sekda Ternate ini dalam materi dan pembobon panelis itu berharap kepada calon rektor UMMU siapun terpilih harus bersinergi dengan Pemkot Ternate. “saya berharap agar siapa calon rektor UMMU yang terpilih dapat bersinergi dengan Pemkot Ternate dalam program pengambian masyarakat.” Ungkapnya dihadapan empat calon rektor UMMU yang hadiri masing masing Prof Halil Ibrahim, Dr Taty Sumiati, DR Sofyan Abas dan Prof Ahmad Thaib yang dipandu langsung Thuraiqiyyah Syamsuddin Ahli Pertama Pranata Siaran RRI Ternate

Acara yang berlangsung di Royal resto yang diramu dengan silaturahim dan penyampaian visi misi. Empat calon rektor tampil terbaik dalam penyampaian visi misi dan menanggapi pertanyaan yang disampaikan panelis. Sementara satu calon rektor lainya Ranita Rope berhalangan hadir. Empat calon rektor UMMU ini menunjukan kualitas mereka dalam menyampaikan visi misi dan menanggapi panelis dengan tujuan kemajuan UMMU. Waktu 2 jam itu, empat calon rektor dan panelis dalam menyelesaikan tugasnya. Silaturahim dan penyampaian visi misi calon rektor diawali dengan pembukaan dibuka langsung Sekprov Malut Samsudin A Kadir dan ditutup dengan amanah langsung sekretaris wilayah Muhammadiyah Malut Soleman Saidi.

Ketua Penyelenggara, Samsir Hamajen, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran dan eksistensi Muhammadiyah di Maluku Utara. Menurutnya, penyampaian visi misi calon rektor tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga wadah untuk memperluas syiar dan semangat keislaman yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.“Kegiatan silaturahmi dan penyampaian visi misi calon rektor Universitas Muhammadiyah ini merupakan kerja sama dari PWPM Malut, PWM Malut dan tim penjaringan calon rektor UMMU,” ujar Samsir.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, Muhammad Fadly, menegaskan pentingnya sinergi antara universitas dengan pemerintah daerah. Ia menilai, kolaborasi yang baik dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.“Universitas Muhammadiyah harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan. Sinergi ini penting agar kampus dapat berperan aktif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, salah satu panelis, Rizal Marsaoly Sekda Kota Ternate turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara universitas dan pemerintah daerah. Ia menilai, keterlibatan mahasiswa dalam program P2KK (Praktik Pengalaman Kerja dan Kuliah) atau magang harus diarahkan agar dapat bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.“Kolaborasi antara universitas dan pemerintah daerah sangat penting. Mahasiswa yang menjalankan P2KK atau magang harus bisa bersinergi dengan OPD agar hasilnya lebih maksimal. Ini menjadi catatan penting bagi calon rektor UMMU ke depan,” jelas Rizal.

Sekretaris Wilayah Muhammadiyah, Soleman Saidi, memberikan amanah kepada empat calon rektor agar dapat menjadi pemimpin yang baik, bijak, dermawan, serta memiliki kepedulian terhadap Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).Soleman berharap, para calon rektor tersebut mampu merangkul seluruh elemen civitas akademika untuk bersama-sama membesarkan Muhammadiyah. Seperti yang disampaikan saat pembukaan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara.”Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari peserta dan tamu undangan yang hadir. Forum ini dinilai menjadi wadah penting bagi civitas akademika dan masyarakat Muhammadiyah untuk mengenal lebih dekat visi dan komitmen para calon rektor dalam membawa UMMU menuju kampus unggul dan berdaya saing.”Harapnya

Sementara para calon rektor dalam adu menyampaikan visi misi dua bersaing ketat. Dr Taty Sumiaty dan Prof Halil Ibrahim. Keduanya memeliki visi misi yang kuat soal kemajuan UMMU dengan latar belakang jabatan di bidang akademik dan kualitas dapat diukur. Dimana kalau kita hitung penilaian dalam peringkat dalam penyampaian visi misi itu justru yang saling adu kekuatan itu pada calon rektor Dr Taty Sumiati dan Prof Halil Ibrahim. Sementara calon rektor Dr Sofyan Abas dan Prof Ahmad Talib justu saling kritik. Keduanya saling berdepat data penerimaan mahasiswa baru yang setiap saat menurun. Prof Ahmad sendiri menyebutkan bahwa ditahun tahun ini mahasiswa baru berkurang tidak sampai 1000. Sementara Dr Sofyan Abas sendiri menyebut saat menjadi warek III Rektor UMMU mahasiswa baru di UMMU mendekati 2000.“Kalau dilihat dari gambaran penyampaian visi misi calon rektor ini. Justu Dr Taty Sumiati dan Prof Halil Ibrahim paling saingan ketat soal gaya kepemimpinan. Kalau Dr Sofyan Abas dan Prof Ahmad Talib justu saling kritik soal jumlah mahasiswa baru dari tahun ke tahun. “ujar beberapa peserta undangan yang hadir menyaksikan penyampaian visi misi calon rektor UMMU(smr)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *