LABUHA-Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, diduga kembali beroperasi. Salah satu lokasi pengolahan emas disebut-sebut menggunakan bahan kimia berbahaya dan beracun (B3) berupa sianida dalam proses ekstraksi emas.
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, terdapat satu titik pengolahan emas yang diduga dikelola oleh seorang warga bernama Usman. Lokasi tersebut disebut menggunakan bak rendaman berisi sianida untuk mengolah material emas. Padahal, sebelumnya area lubang tambang dan lokasi pengolahan (tromol) sempat dipasangi garis polisi. Namun, setelah segel dibuka, aktivitas di lokasi diduga kembali berlangsung.
Seorang sumber yang berada di sekitar kawasan pertambangan dan meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan menyebutkan bahwa aktivitas pengolahan emas menggunakan sianida masih terus berlangsung.”Usman memiliki sekitar delapan bak rendaman berskala besar di lokasi. Sampai sekarang semuanya masih beroperasi menggunakan bahan kimia jenis sianida (CN),” ujar sumber tersebut.
Apabila informasi tersebut terbukti benar, penggunaan sianida tanpa pengelolaan limbah sesuai ketentuan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama pada daerah aliran sungai (DAS) hingga wilayah pesisir Kusubibi. Dampaknya dapat mengancam ekosistem perairan, merusak terumbu karang, mematikan biota laut, serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat yang memanfaatkan sumber air di sekitar kawasan tersebut.
Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung di lokasi pengolahan, namun Usman tidak berada di tempat. Konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum memperoleh tanggapan substantif. Usman hanya menyampaikan bahwa dirinya sedang sibuk mengevakuasi salah seorang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, tanpa memberikan penjelasan mengenai dugaan kepemilikan delapan bak rendaman maupun legalitas penggunaan sianida
Sementara kadis DTPSP Malut Nirwan T Ali belum lama ini melakulan sidak di Halmahera Selatan soal tambang ilegal yang belum memeliki ijin. Untuk tambang di Kusubibi itu sudah di lakukan uji sampel.”Untuk Kusubibi itu tim sudah turun ke lapangan.”Jelasnya(ard/smr)













