LABUHA-Ketua Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Provinsi Maluku Utara, Sarjan Hud, menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Makian–Kayoa.
Ia menilai para wakil rakyat di dapil tersebut belum menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kepentingan masyarakat, khususnya terkait potensi bencana dan persoalan akses infrastruktur di wilayah pesisir.
Menurut Sarjan, sejumlah persoalan serius tengah dihadapi masyarakat di Kepulauan Guraici dan Makian Barat, terutama dampak gelombang tinggi yang dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan kerusakan talud penahan ombak, jembatan, serta memicu longsor akibat abrasi pantai di beberapa titik wilayah Makian–Kayoa.“Kondisi ini bukan persoalan kecil. Kerusakan talud dan jembatan akibat abrasi laut sangat mengancam keselamatan masyarakat pesisir, sekaligus berdampak pada akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga,” ungkap Sarjan, melalui keterangan persnya, Selasa (7/4)
Dia mengatakan kerusakan tersebut sangat berdampak pada akses transportasi dan aktifitas ekonomi warga, namun hingga saat ini, pihaknya belum melihat adanya langkah konkret maupun pernyataan sikap dari anggota DPRD Halsel Dapil II terkait situasi tersebut. “Perwakilan rakyat seharusnya hadir sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, terlebih ketika wilayah yang diwakili menghadapi ancaman bencana yang berpotensi merugikan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Sarjan juga menyoroti pentingnya respons cepat dari para legislator daerah dalam mendorong pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan serta mengambil langkah penanganan darurat.
Ia menegaskan, lambatnya respons berpotensi memperparah kerusakan infrastruktur pesisir serta meningkatkan risiko keselamatan warga.“Peran DPRD tidak hanya sebatas fungsi legislasi dan pengawasan di atas kertas. Dalam situasi seperti ini, wakil rakyat harus aktif turun langsung melihat kondisi masyarakat, dan menyuarakan kebutuhan mereka agar bisa diakomodir dengan cepat,” tegasnya.
Ia menambahkan, wilayah pesisir seperti Kepulauan Guraici dan Makian Barat merupakan kawasan yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, perhatian serius dari pemerintah daerah dan DPRD sangat dibutuhkan. “Perlu adanya perhatian serius dari DPRD dan Pemerintah daerah, khususnya dalam upaya mitigasi bencana, pembangunan talud penahan ombak yang kuat, serta perbaikan akses infrastruktur yang terdampak,” imbuhnya.
PW SEMMI Maluku Utara menilai kondisi ini menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana komitmen anggota DPRD Halsel Dapil II dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang mereka wakili. Sarjan menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan wakil rakyat yang responsif, bukan sekadar hadir saat momentum politik.”Kami harapkan agar DPRD Halsel segera mengambil langkah konkret dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan dinas terkait guna memastikan kondisi di lapangan dapat segera ditangani,” tandasnya(ard/smr)













