LABUHA-Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Desa Rabutdaiyo, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, melaksanakan panen perdana tanaman cabe rawit dengan hasil mencapai sekitar 75 Kg kilogram.pada hari Kamis (6/8) 2026.
Panen perdana tersebut turut dihadiri Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Kecamatan, serta Kader Desa yang bersama-sama mengikuti proses panen di lokasi demplot KPB Desa Rambutdaiyo.
Ketua KPB Desa Rabutdaiyo mengatakan, hasil panen perdana yang mencapai 75 kilogram belum sepenuhnya menggambarkan potensi produksi tanaman cabe rawit yang dikembangkan kelompok. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi produktivitas tanaman.
Menurutnya, musim kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan dan produksi cabe rawit. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen belum maksimal seperti yang diharapkan.
Meski demikian, kelompok tetap optimistis tanaman cabe rawit tersebut masih memiliki potensi produksi yang cukup besar hingga masa panen berakhir.“Kami tetap optimis. Kalau kondisi cuaca ke depan sudah membaik, kami berharap produksi bisa lebih banyak lagi. Hasil panen perdana ini menjadi pengalaman penting bagi kelompok untuk terus mengembangkan usaha pertanian,” ujar Ketua KPB.
Selain persoalan produksi, ketersediaan pasar juga menjadi peluang bagi kelompok. Untuk sementara, hasil cabe rawit KPB Desa Rabutdaiyo masih dipasarkan di wilayah Kecamatan Pulau Makian, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap komoditas cabe masih tergolong tinggi.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi kelompok untuk mengembangkan produksi secara berkelanjutan. Dengan adanya pasar yang tersedia di tingkat kecamatan, kelompok tidak hanya dituntut mampu meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga kualitas hasil pertanian agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara konsisten.
Pendampingan Jadi Kunci Penguatan Kapasitas Petani, Ketua KPB Desa Rabutdaiyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan pendampingan kepada kelompok Terutama Halid Kader Selaku PIC Zona Makian, Mudais Abdullah dan Arifandi A Hi Soleman Selaku Fasilitator Kecamatan (FK) Pulau Makian, serta Sansi Pawae Sebagai Kader Desa. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan manfaat nyata bagi anggota kelompok, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan pertanian yang lebih modern dan terarah. Mulai dari teknik pemupukan, pemeliharaan tanaman, hingga pengendalian hama dan penyakit, berbagai pengetahuan yang diberikan pendamping dapat diterapkan langsung oleh kelompok di lapangan.
Ketua KPB juga menilai kehadiran Program TEKAD memberikan ruang bagi masyarakat Desa Rabutdaiyo untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui sektor pertanian. Tidak hanya berupa dukungan kegiatan, program tersebut juga dinilai memberikan pengalaman dan pengetahuan yang dapat menjadi bekal kelompok dalam mengelola usaha secara lebih mandiri. “Kami bersyukur dengan kehadiran Program TEKAD karena sangat membantu masyarakat Desa Rambutdayo. Kami berharap pendampingan dan pengembangan usaha seperti ini dapat terus dilakukan sehingga kelompok semakin mandiri dan produksi pertanian ke depan bisa lebih meningkat,” katanya.
Panen perdana cabe rawit tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pengembangan komoditas hortikultura di Desa Rabutdaiyo memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan. Tantangan cuaca memang masih menjadi kendala, namun dengan pendampingan yang konsisten, pengelolaan budidaya yang lebih baik, serta dukungan pasar lokal, KPB diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan kelompok pada musim panen berikutnya(smr)














