Bupati Bassam Belajar Langsung Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer di Puskesmas Matraman Jakarta Timur

avatar Tidak diketahui
Bupati Bassam hadir langsung di Puskemas Matraman Jakarta Timur

JAKARTA-Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, mengikuti kunjungan lapangan dalam rangkaian kegiatan TPPD Angkatan IV di Puskesmas Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (9/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Bassam untuk melihat langsung model pelayanan kesehatan primer yang dinilai berhasil mengintegrasikan tata kelola, digitalisasi, pemberdayaan masyarakat hingga pelayanan berbasis siklus kehidupan.

Di Puskesmas Matraman, Bassam mempelajari penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) yang mencakup pelayanan sejak ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa hingga lanjut usia. Model tersebut diperkuat melalui pelayanan Puskesmas Pembantu, Posyandu hingga kunjungan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya soal pelayanan medis, perhatian Bassam juga diarahkan pada tata kelola BLUD. Sistem pengelolaan mencakup sumber daya manusia, perencanaan, keuangan, aset, pengadaan, kinerja, manajemen risiko hingga pengawasan dengan orientasi utama pada mutu pelayanan publik.

Berbagai inovasi Puskesmas Matraman turut menjadi bahan pembelajaran. Di antaranya LOTUS Care untuk pelayanan TBC, Taman ASRI untuk pemulihan respirasi, Flamboyan untuk kebugaran masyarakat, SERUNI untuk layanan remaja dan psikologi, serta ASOKA untuk pelayanan lansia. Transformasi digital juga diterapkan melalui Rekam Medis Elektronik (RME) dan antrean online, disertai sejumlah inovasi pelayanan masyarakat seperti GANGSTAR, JUMANJI, SIBENING, SUPERMAN, PENGANTIN dan Kartu Cinta.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah PINTERES (Pusat Informasi Terpadu dan Responsif) yang meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovation kategori Kelompok Replikasi dalam KIPP SINOVIK 2025 Kementerian PANRB.

Bassam menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat keberhasilan daerah lain, tetapi mencari model yang bisa disesuaikan dengan kondisi Halmahera Selatan.“Kita tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga belajar. Banyak hal yang bisa kita adaptasi, terutama bagaimana membangun pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi, inovatif dan semakin dekat dengan masyarakat,” kata Bassam.

Tantangannya kini bukan sekadar membawa pulang konsep, tetapi membuktikan bahwa inovasi tersebut bisa diterapkan di Halsel. Dengan karakter wilayah kepulauan dan sebaran masyarakat yang luas, transformasi pelayanan kesehatan membutuhkan model yang mampu menjangkau warga hingga desa-desa dan pulau terpencil.

Pembelajaran dari Puskesmas Matraman diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer di Halmahera Selatan, dengan menempatkan pencegahan, deteksi dini, pemberdayaan masyarakat dan akses pelayanan sebagai bagian utama pembangunan kesehatan daerah(ard/smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *