‘Om Saruma’ Tutup Usia, Bupati Bassam dan Wabup Helmi Pimpin Penghormatan Terakhir

avatar Tidak diketahui
Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wabup Helmi Umar Muchsin pimpin penghormatan terakhir kepada Almarhum Adnan Iskandar Alam yang dikenal Om Saruma

HALMAHERA SELATAN-Suasana duka menyelimuti rumah duka almarhum Adnan Iskandar Alam, atau yang akrab disapa “Om Saruma”, di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kamis (20/8/2026) sore. Sekitar pukul 18.00 WIT, keluarga, sahabat, ASN, tokoh masyarakat hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.

Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin hadir langsung dalam prosesi pelepasan jenazah. Turut hadir Sultan Bacan Muhammad Irsyad Maulana, Sekda Halsel Dr. Abdillah Kamarullah, sejumlah pimpinan OPD, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dan sahabat almarhum.

Kepergian “Om Saruma” meninggalkan kesedihan mendalam. Sosok yang dikenal mudah bergaul, bersahabat dan peduli terhadap sesama itu kini hanya menyisakan kenangan bagi orang-orang yang pernah mengenalnya.

Dalam suasana penuh haru, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin yang mewakili keluarga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan almarhum selama hidup, baik dalam perkataan maupun perbuatan.

Ia meminta seluruh pihak yang pernah berinteraksi dengan almarhum untuk membuka pintu maaf dengan penuh keikhlasan serta mendoakan agar segala dosa dan kekhilafannya mendapat ampunan Allah SWT.

Helmi juga meminta apabila terdapat utang, amanah maupun kewajiban almarhum yang belum terselesaikan agar disampaikan kepada keluarga sehingga dapat ditindaklanjuti dengan baik.

Di tengah suasana kehilangan, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba mengenang almarhum sebagai sosok ASN yang tidak hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga dikenal memiliki kepedulian sosial dan hubungan yang baik dengan banyak orang.

Menurut Bassam, kepergian “Om Saruma” menjadi pengingat keras bagi semua yang hadir bahwa kehidupan memiliki batas. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan waktu terakhirnya tiba. Karena itu, selama masih diberikan kesempatan hidup, manusia harus memperbanyak kebaikan, menjaga silaturahmi dan meninggalkan kesan baik di tengah sesama.“Sebagai manusia biasa, tentu selama hidup ada perkataan maupun perbuatan yang mungkin tidak menyenangkan. Karena itu, apabila ada kesalahan almarhum kepada kita semua, kami memohon agar dapat dimaafkan,” ujar Bassam.

Bagi Bassam, kehadiran begitu banyak orang di rumah duka menjadi gambaran bahwa almarhum meninggalkan jejak hubungan yang luas. Keluarga kehilangan sosok yang dicintai, sementara sahabat dan rekan kerja kehilangan seorang teman yang selama ini hadir dalam perjalanan kehidupan mereka.

Bassam mengajak seluruh pelayat untuk tidak hanya mengenang kepergian almarhum dengan air mata, tetapi juga mengantarkan kepergiannya dengan doa dan kesaksian yang baik. Sebab ketika seseorang pergi untuk selamanya, jabatan dan harta tak lagi menjadi ukuran. Yang tersisa hanyalah nama, kenangan, kebaikan dan doa dari mereka yang ditinggalkan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Bupati Bassam menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap seluruh amal kebaikan dan pengabdian almarhum menjadi jalan mendapatkan rahmat serta ampunan Allah SWT(ard/smr)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *