HALMAHERA SELATAN- Serapan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, hingga semester I 2026 baru mencapai 46,81 persen. Dari total pagu anggaran sebesar Rp84.965.506.843, realisasi keuangan tercatat Rp39.772.361.087,54.
Kepala Dinas PUPR Halsel, Idham Pora, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi belanja fisik dan nonfisik.“Realisasinya Rp39.772.361.087,54 atau sekitar 46,81 persen dari pagu Rp84,9 miliar,” kata Idham saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).
Namun, rendahnya serapan keuangan tersebut tidak serta-merta menggambarkan rendahnya progres pekerjaan fisik. Sebab, menurut Idham, sejumlah paket pekerjaan jalan justru telah menunjukkan progres fisik yang cukup tinggi.“Yang 46,81 persen itu gabungan fisik dan nonfisik. Untuk khusus fisik masih harus dirinci lagi berdasarkan paket dan bidangnya,” ujarnya.
Salah satu pekerjaan dengan nilai anggaran terbesar adalah hotmix Jalan Gurapin dengan nilai sekitar Rp17 miliar lebih. Paket tersebut, kata Idham, telah mencapai 100 persen progres fisik. Selain itu, PUPR juga mengerjakan sedikitnya lima paket jalan lapen yang tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Makian Barat, Desa Anggai Kecamatan Obi, Desa Sum Kecamatan Obi Timur, Desa Jikohay Kecamatan Obi Barat, serta Desa Jojame Kecamatan obi utara dan desa Loleujaya Kasiruta timur
Menariknya, terdapat perbedaan cukup mencolok antara progres fisik dan pencairan anggaran pada sejumlah pekerjaan tersebut. Idham menyebut rata-rata pencairan untuk pekerjaan lapen masih berada di kisaran 30 persen, sementara progres fisiknya pada beberapa paket telah mencapai sekitar 90 persen.“Rata-rata pencairan untuk pekerjaan lapen tersebut masih berada di kisaran 30 persen. Meski demikian, sejumlah paket tersebut telah mencapai progres fisik sekitar 90 persen, walaupun masih ada yang 25 persen,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa serapan keuangan belum sepenuhnya berjalan seiring dengan progres pekerjaan fisik di lapangan. Karena itu, angka serapan 46,81 persen perlu dibaca secara lebih rinci berdasarkan masing-masing paket pekerjaan, bukan semata-mata sebagai ukuran keberhasilan pelaksanaan pembangunan.
Idham juga menegaskan, angka tersebut merupakan kondisi sebelum adanya penambahan anggaran melalui perubahan APBD, sehingga belum menggambarkan keseluruhan pagu setelah APBD Perubahan.
Dengan demikian, perhatian kini tertuju pada kemampuan PUPR Halsel memastikan pekerjaan fisik yang progresnya telah tinggi dapat dituntaskan sesuai spesifikasi dan target, sekaligus memastikan realisasi keuangan berjalan tertib hingga akhir tahun anggaran(ard/smr)














