Bupati James Alokasikan Anggaran Rp 5 Milyar Untuk Pengaspalan Jalan Rusak Menuju Desa Golo

PUPR Halbar Alokasikan Rp 200 Juta Perbaiki Jalan Rusak Menuju Bobanehena

avatar Tidak diketahui
Salah satu jalan rusak ditanjakan menuju Desa Bobanehena yang setiap saat makan korban

HALMAHERA BARAT-Kondisi ruas jalan tanjakan di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, kembali dikeluhkan warga. Jalan yang mengarah ke kawasan wisata Rapa Pelangi tersebut mengalami kerusakan cukup parah, dengan permukaan jalan dipenuhi kerikil sehingga membahayakan pengguna kendaraan, khususnya pengendara sepeda motor.

Kerusakan jalan itu disebut warga telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan. Bahkan, seorang ibu asal Desa Bobanehena dilaporkan terjatuh hingga pingsan saat melintas di ruas jalan tersebut dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Warga menyebut kondisi jalan yang rusak dan dipenuhi kerikil tersebut membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang disebut hampir setiap hari mengalami insiden akibat kondisi jalan rusak tersebut.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan perhatian Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat terhadap infrastruktur jalan di wilayah Desa Bobanehena. Warga berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengambil langkah konkret sebelum kembali terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban.“Jalan ini sudah rusak dan berkerikil. Sudah ada warga yang jatuh, bahkan sampai harus dibawa ke rumah sakit. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya, jangan menunggu sampai ada korban berikutnya,” keluh salah seorang warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas PUPR Halmahera Barat Fachlis Sangkali mengatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini untuk penanganan jalan tersebut. Namun, hingga saat ini pekerjaan perbaikan belum dilaksanakan. “Ini harus beli aspal lagi, jadi belum ada pekerjaan. Tetapi bakal segera dilakukan perbaikan,” ujar Fachlis saat dikonfirmasi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat sebelumnya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pengaspalan ruas jalan di Desa Golo, Kecamatan Sahu. Anggaran tersebut disiapkan setelah sebelumnya warga Desa Golo melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah ruas jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang rusak dan berdebu.

Bupati Halmahera Barat James Uang, saat menghadiri peresmian empat Puskesmas di Balisoan beberapa waktu lalu, menyatakan Pemkab Halbar merespons persoalan tersebut dengan menyiapkan anggaran pengaspalan.

James mengatakan anggaran pengaspalan jalan tersebut bersumber dari sisa penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) kurang bayar dari pemerintah pusat sebesar Rp30,5 miliar. Dari dana tersebut, Bupati menginstruksikan Badan Keuangan Daerah untuk menyisihkan Rp5 miliar bagi pengaspalan ruas jalan di Desa Golo. “Dari Rp30,5 miliar yang sudah disalurkan pusat, saya perintahkan Ibu Kaban Keuangan menyisihkan Rp5 miliar untuk pengaspalan jalan yang kemarin sempat ditanami pisang, supaya abu (debu) tidak naik lagi di tengah kampung,” ujar James Uang saat itu.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian warga Bobanehena. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya merespons ruas jalan yang telah mendapat sorotan melalui aksi warga, tetapi juga segera menangani jalan tanjakan Bobanehena yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Warga menilai perbaikan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan. Terlebih, ruas tersebut menjadi salah satu akses masyarakat menuju kawasan wisata Rapa Pelangi. Dengan kondisi jalan yang terus rusak dan telah dilaporkan menyebabkan sejumlah pengendara terjatuh, warga meminta Pemkab Halmahera Barat segera merealisasikan perbaikan yang telah dianggarkan. Masyarakat berharap penanganan jalan dilakukan secepatnya agar tidak kembali menimbulkan korban dan keluhan serupa tidak terus berulang(dal/smr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *