LABUHA-Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) bergerak cepat memastikan sistem penyediaan air bersih di Desa Loleo Jaya, Kecamatan Kasiruta Timur, kembali berfungsi normal setelah dilakukan penguatan pada bagian intake yang sebelumnya terdampak sedimentasi dan material bawaan arus sungai.
Kepala Dinas Perkim Halmahera Selatan, Ikbal Hi. Mustafa, menjelaskan bahwa gangguan tidak terjadi pada keseluruhan infrastruktur, melainkan hanya pada bak penangkap air (intake) yang berada langsung di aliran sungai. Menurutnya, intake merupakan komponen awal yang berfungsi menangkap air baku dari sungai sebelum dialirkan menuju reservoir untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat.”Air dari sumber pertama kali ditangkap melalui intake, kemudian dialirkan ke reservoir sebelum dimanfaatkan masyarakat. Jadi yang terdampak hanya bak penangkap air di sungai,” kata Ikbal selasa (14/7) kemarin
Ia menjelaskan, gangguan muncul setelah seluruh pekerjaan pembangunan selesai. Tingginya sedimentasi serta material seperti lumpur, batu, kayu, dan sampah alami yang terbawa arus masuk ke dalam bak penangkap sehingga menghambat aliran air menuju reservoir.
Ikbal menegaskan kondisi tersebut merupakan force majeure, yakni keadaan yang dipicu faktor alam dan berada di luar kendali teknis pelaksana proyek.”Setelah pekerjaan selesai, terjadi sedimentasi dan material sungai masuk ke bak penangkap. Kondisi seperti ini merupakan faktor alam yang sulit dihindari karena sumber air memang berada langsung di sungai,”ujarnya.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa proyek tersebut mengalami kerusakan menyeluruh. Dari total nilai pembangunan sekitar Rp1,375 miliar, bagian yang terdampak hanya komponen intake dengan nilai sekitar Rp34 juta.”Bukan keseluruhan pekerjaan yang bermasalah. Yang terdampak hanya bak penangkap air dengan nilai sekitar Rp34 juta dari total anggaran Rp1,375 miliar,” tegasnya.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Perkim bersama pihak penyedia segera melakukan evaluasi teknis untuk mengidentifikasi penyebab gangguan sekaligus menentukan metode penanganan yang paling sesuai dengan karakteristik aliran sungai. Perbaikan kemudian difokuskan pada pemulihan fungsi intake disertai pemasangan sistem pengaman guna meminimalkan masuknya sedimen dan material asing yang berpotensi menyumbat saluran. Langkah tersebut sekaligus memperkuat ketahanan teknis bangunan pengambilan air agar pasokan air baku menuju reservoir tetap stabil meski menghadapi perubahan kondisi sungai.”Sebagai bentuk tanggung jawab, penyedia memiliki iktikad baik melakukan perbaikan. Bak penangkap sudah dipulihkan, sistem pencegah penyumbatan juga telah dipasang, dan seluruh pekerjaan telah selesai,” ungkap Ikbal.
Dengan rampungnya penanganan tersebut, sistem penyediaan air bersih kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Loleo Jaya. Ikbal menambahkan, infrastruktur yang memanfaatkan sumber air sungai memang memerlukan pemeliharaan dan pengawasan berkelanjutan karena selalu berhadapan dengan dinamika alam, mulai dari perubahan debit, sedimentasi hingga pergerakan material sungai. Karena itu, perbaikan yang dilakukan bukan sekadar memulihkan kerusakan, tetapi juga menjadi langkah mitigasi untuk meningkatkan daya tahan sistem terhadap potensi gangguan serupa di masa mendatang.”Yang paling penting pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan. Infrastruktur ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga, dan saat ini seluruh penanganannya telah selesai dilakukan,” pungkasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan kerusakan besar pada proyek.”Jadi ini bukan kerusakan parah. Ini murni force majeure akibat faktor alam dan seluruh perbaikannya sudah selesai,” tutup ketum IKB Masatawa Halsel ini (ard/smr)













