HALMAHERA SELATAN-Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh diseret ke ranah kedekatan personal maupun kepentingan tertentu.
Menurut Bassam, fokus utama harus diarahkan pada upaya mengungkap persoalan secara objektif sekaligus memperkuat pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Ini bukan soal orang dekat bupati atau bukan. Persoalan ini sangat kompleks. Kita tidak bisa langsung mengambil kesimpulan seperti itu. Kita juga tidak bisa membayangkan hal-hal seperti ini terjadi,” tegas Bassam.
Ia menyebut kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pukulan telak bagi seluruh masyarakat Halmahera Selatan. Karena itu, dirinya secara pribadi mengutuk keras setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.”Secara pribadi saya mengutuk hal-hal seperti ini. Kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meresahkan kita semua,” ujarnya.
Bassam menegaskan, penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah daerah atau aparat penegak hukum. Dibutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder, termasuk keluarga dan masyarakat.
Masalah kekerasan perempuan dan anak ini kompleks. Butuh pendekatan dari seluruh stakeholder. Tidak hanya pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah awal pencegahan, Bassam mengaku telah menginstruksikan jajaran terkait, khususnya Satpol PP, untuk kembali mengaktifkan patroli malam serta melakukan razia di tempat-tempat yang terindikasi menjadi lokasi prostitusi.”Kita akan mempersempit ruang untuk hal-hal seperti itu. Jangan sampai sesuatu yang terjadi dianggap lumrah, sementara tidak ada langkah pencegahan dan penindakan,” tegasnya.
Bassam menilai benteng pertama perlindungan anak berada di lingkungan terdekat. Karena itu, keluarga memiliki peran penting dalam mengenali, mencegah, dan melaporkan setiap indikasi kekerasan terhadap anak.”Hal-hal seperti ini harus dimulai dari orang-orang terdekat, dari ibu dan keluarga. Ini proses yang cukup panjang,” pungkas Bassam.
Bagi Bassam, persoalan ini bukan sekadar mencari siapa yang salah setelah kejadian terjadi. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran bersama, memperkuat pengawasan, dan memastikan perempuan serta anak mendapatkan perlindungan sejak dari lingkungan terdekat(ard/smr)














