Program TEKAD. KPB Desa Matantengin Panen Tomat 1,2 Ton, Hasil Penjualan Tembus Rp 24 Juta

avatar Tidak diketahui
Program TEKAD,KPB Desa Matantengin, Kecamatan Pulau Makian panen tomat perdana, hasil penjualan tembus Rp 24 Juta

LABUHA-Kelompok Penerima Bantuan Program TEKAD  (KPB) Desa Matantengin, Kecamatan Pulau Makian sukses melaksanakan panen perdana tomat dengan hasil produksi mencapai 1,2 ton. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan sektor pertanian hortikultura di wilayah tersebut sekaligus menunjukkan potensi besar Desa Matantengin sebagai salah satu sentra produksi pertanian di Pulau Makian.

Kegiatan panen perdana berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, pendamping program Tekad, serta masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Polsek Pulau Makian, Kepala Desa Matantengin, Fasilitator Kabupaten, selaku Koordinator Pulau Makian dan Makian Barat Halid Kader, bersama Fasilitator Kecamatan Mudais Abdullah dan Arifandi A.Hi Soleman Kader Desa Matantengin Asnunung Bahrudin dan kader desa se-Kecamatan Pulau Makian yang ikut berpartisipasi langsung dalam proses panen.

Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor pertanian produktif. Panen perdana ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan kerja keras para petani, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antar-lembaga demi peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Dari lahan pertanian yang dikelola secara bersama oleh KPB Desa Matantengin, hasil panen tomat yang diperoleh mencapai 1.200 kilogram atau setara 1,2 ton. Dengan harga jual Rp20.000 per kilogram, total pendapatan pada panen perdana ini mencapai Rp24.000.000. Nilai tersebut dinilai sangat menggembirakan dan memberikan harapan besar bagi keberlanjutan usaha pertanian tomat di desa tersebut.

Kepala Desa Matantengin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota KPB, kader desa, dan pihak pendamping yang telah bekerja keras sejak tahap penanaman hingga panen. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa sektor pertanian mampu menjadi sumber penghasilan utama masyarakat apabila dikelola dengan serius, terorganisir, dan didukung kerja sama semua pihak.

Sementara itu, Koordinator Pulau Makian dan Makian Barat, Halid Kader, menegaskan bahwa keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil dari penguatan kelembagaan desa, pendampingan berkelanjutan, serta semangat gotong royong masyarakat. Ia berharap keberhasilan KPB Desa Matantengin dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Pulau Makian dan Makian Barat untuk terus mengembangkan potensi pertanian lokal. Partisipasi kader desa se-Kecamatan Pulau Makian juga menjadi nilai tambah tersendiri dalam kegiatan ini. Selain belajar langsung mengenai proses budidaya dan panen tomat, para kader juga memperoleh motivasi untuk mengembangkan program serupa di wilayah masing-masing.”panen perdana ini bukan sekadar kegiatan produksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat desa.”Jelasnua.

Pihak Polsek Pulau Makian yang turut hadir menyampaikan dukungan terhadap program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti ini karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga stabilitas sosial di desa. Keamanan dan dukungan lintas sektor dianggap penting agar program pertanian masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

Keberhasilan panen perdana tomat ini diharapkan menjadi langkah awal menuju peningkatan produksi yang lebih besar di masa mendatang. Dengan potensi lahan yang tersedia, dukungan pemerintah desa, pendampingan teknis, serta keterlibatan aktif masyarakat, KPB Desa Matantengin optimistis mampu meningkatkan hasil panen pada musim berikutnya.

Panen perdana dengan hasil 1,2 ton dan omzet Rp 24 juta ini menjadi bukti nyata bahwa pertanian desa memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Desa Matantengin kini menunjukkan bahwa melalui kerja sama, inovasi, dan semangat kebersamaan, sektor pertanian dapat menjadi pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat Pulau Makian(smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *