Selesaikan Rapat Kerja, Pengurus PWI Halsel Siap Tancap Gas

avatar Tidak diketahui
Foto Bersama : Pembina bersama pengurus PWI Halsel periode 2025-2027

LABUHA- Rapat Kerja (Raker) digelar di Pulau Nusa Raa sebagai tindak lanjut atas pelantikan resmi di Aula Kantor Bupati yang dihadiri langsung Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba pada 6 Maret lalu.

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi struktural dan pematangan arah gerak organisasi. Hadir dalam rapat kerja Ketua Pembina I Ikbal Hi Mustafa, Ketua Pembina II Indra Faris, serta seluruh jajaran pengurus PWI Halmahera Selatan (Halsel)

Di kesempatan itu Ikbal Hi Mustafa membuka dengan dengan menyampaikan apresiasi atas kekompakan pengurus serta mengingatkan pentingnya memperkuat relasi sosial di tengah dinamika profesi jurnalistik.“Silaturahmi adalah fondasi utama. Ia menjadi kunci dalam membangun sinergi, baik secara personal maupun dalam aktivitas peliputan dan kerja organisasi di semua sektor,”ujar Ikbal.

Menurutnya, dalam perspektif organisasi modern, kohesi internal dan jejaring eksternal adalah bentuk modal sosial yang menentukan keberlanjutan dan efektivitas kerja. Tanpa silaturahmi yang kuat, energi kolektif akan mudah terfragmentasi.

Ia pun berharap PWI Halsel tetap solid, kuat, dan berintegritas tinggi dalam mengawal kebijakan serta program pemerintah.“Soliditas bukan sekadar slogan. Ia adalah sistem nilai yang harus dijaga agar kepercayaan publik tetap terpelihara,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pembina II Indra Faris mengingatkan bahwa kerja jurnalistik memiliki dimensi kemanusiaan yang luas. Menurutnya, PWI tidak boleh terjebak pada rutinitas formal organisasi semata.“Kerja PWI yang paling penting adalah kerja kemanusiaan. Wartawan adalah pilar demokrasi yang mampu membentuk pola pikir publik ke arah yang lebih baik,” ungkap Indra.

Ia menekankan bahwa dalam kerangka demokrasi deliberatif, media memiliki fungsi edukatif dan transformasional. Karena itu, PWI harus tampil mencerdaskan, menghadirkan nilai edukasi, serta memperkuat literasi publik melalui narasi yang konstruktif dan berimbang.

Ketua PWI Halsel Samsudin Chalil dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh agenda organisasi, mulai dari Raker hingga implementasi program, membutuhkan kedalaman berpikir dan disiplin narasi berbasis fakta.“PWI adalah organisasi jurnalis. Kita wajib mengedepankan Kode Etik Jurnalistik dalam setiap produksi berita. Hasil Raker bukan hanya dokumen, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara profesional,” tegas Samsudin.

Ia menjelaskan bahwa objektivitas, verifikasi, dan akurasi bukan sekadar prosedur teknis, melainkan prinsip epistemologis dalam praktik jurnalistik. Tanpa ketiganya, kepercayaan publik akan mengalami erosi.“Setiap berita yang kita tulis adalah representasi moral organisasi. Karena itu, narasi harus presisi, berbasis data, dan menjunjung tinggi KEJ. Integritas adalah identitas kita,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris PWI Halmahera Selatan Sadam Hadi menekankan pentingnya konsistensi dalam menerjemahkan hasil Raker ke dalam program kerja yang terukur. Ia menyebut, dokumen Raker harus memiliki indikator capaian yang jelas agar tidak berhenti sebagai arsip organisasi. Menurut Sadam, penguatan tata kelola internal menjadi prioritas. Administrasi yang tertib, komunikasi yang efektif, serta koordinasi lintas bidang akan menentukan kualitas implementasi keputusan organisasi.“Raker ini adalah fondasi gerak kita satu tahun ke depan. Seluruh pesan pembina dan ketua harus kita konsolidasikan menjadi kerja nyata. Kita perkuat silaturahmi, kita jaga integritas, dan kita pastikan setiap program PWI memberi dampak nyata bagi publik,” ujar Sadam.

Ia menambahkan, PWI Halsel harus menjaga disiplin organisasi sekaligus adaptif terhadap dinamika informasi. Dalam ekosistem media yang terus berubah, profesionalisme dan etika adalah dua variabel utama yang tidak boleh ditawar(ard/smr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *