HALMAHERA SELATAN-Krisis air bersih mulai menghantam warga Desa Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan. Kemarau berkepanjangan membuat sumber air warga nyaris lumpuh. Kondisi memprihatinkan itu terungkap saat Camat Kepulauan Joronga, Rahmatullah A. Rasay, S.Hut., bersama staf turun langsung meninjau kondisi warga Kukupang, Rabu (9/9/2026).
Di wilayah Parigi, terdapat lima sumur yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat. Namun, empat sumur telah mengering, sementara hanya satu sumur yang masih menyisakan air.“Dari hasil kunjungan kami, ternyata ada lima sumur. Tetapi yang masih bisa digunakan hanya satu,” kata Rahmatullah.
Satu-satunya sumur yang tersisa kini menjadi rebutan kebutuhan warga. Debit air yang sangat terbatas membuat pengambilan harus dilakukan secara bergiliran.
Bahkan, warga terpaksa menunggu hingga malam hari hanya untuk mendapatkan air. Pengambilan pada siang hari dibatasi agar sumber air yang tersisa tidak cepat habis.“Kalau siang hari kadang tidak boleh banyak yang mengambil, jadi harus menunggu sampai malam lagi. Sistemnya bergiliran,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Jika tidak segera ditangani, krisis air bersih dikhawatirkan semakin membebani masyarakat, terutama apabila kemarau terus berlangsung.
Camat Kepulauan Joronga mendesak pemerintah daerah tidak menunggu kondisi semakin parah. Bantuan air bersih maupun langkah darurat lainnya dinilai harus segera dikirim ke Kukupang.“Kami berharap pemerintah daerah bisa melihat langsung kondisi masyarakat di Kukupang dan segera mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga,” pungkasnya(ard/smr)














