HALMAHERA SELATAN-Cuaca panas mulai menggerus ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Penguapan volume air mulai terpantau di Kayoa dan Obi, sementara suhu tinggi dan minimnya hujan membuat ancaman kekeringan semakin nyata.
Kondisi ini bukan lagi sekadar soal cuaca panas. Jika berlangsung panjang, tekanan terhadap sumber air baku berpotensi semakin besar dan dapat mengganggu pelayanan air bersih masyarakat.
Direktue PDAM Halsel, Soleman Bobote, mengakui adanya penguapan di sejumlah titik. Meski belum ekstrem, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius. Memang terjadi penguapan volume air di beberapa titik, seperti di wilayah Kayoa dan Obi. Tetapi sampai saat ini belum sampai pada kondisi penguapan yang ekstrem,”Labuha juga tidak luput dari dampak suhu panas. Penguapan terjadi, namun pasokan air masih memungkinkan PDAM memenuhi kebutuhan masyarakat seperti biasa. Di Labuha juga terjadi penguapan, tetapi sampai sekarang kita masih bisa menyediakan air seperti biasanya,”Jelasnya
Dia juga mengatakan PDAM tidak menunggu sampai kondisi benar-benar kritis. Soleman memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah cadangan apabila suhu tinggi terus berlangsung dan penguapan meningkat secara signifikan.
PDAM sudah memiliki rencana cadangan apabila nantinya penguapan sampai pada kondisi ekstrem,” ungkapnya. Artinya, kondisi saat ini masih terkendali, tetapi risiko penurunan ketersediaan air tidak boleh dianggap remeh.
Soleman meminta masyarakat, khususnya di Kayoa dan Obi, mulai mengubah pola penggunaan air. Air diminta digunakan seperlunya dan tidak dihamburkan. “Untuk meminimalisir dan menjaga ketersediaan air, saya mengimbau masyarakat Obi maupun Kayoa agar bijak dalam menggunakan air untuk beraktivitas. Ini penting agar ketersediaan air tetap terjaga selama kondisi pemanasan suhu ini,” tegasnya.
Dia mengatakan PDAM menegaskan penghematan air bukan sekadar imbauan, tetapi langkah antisipasi agar cadangan air tidak semakin cepat terkuras apabila cuaca panas terus bertahan.
Hari ini air masih mengalir. Persoalannya, apakah akan tetap mengalir jika suhu terus naik, hujan tak kunjung datang, dan masyarakat terus menggunakan air tanpa kendali(ard/smr)














